Kamis, 24 April 2014

Where or When or What?

Aku bersembunyi di balik kata yang ku sederhanakan, Rela. Merelakan
Aku selalu sulit mengutarakan yang ku sembunyikan didadaku, Rindu. Merindukan.

Aku tidak tau apa mau perasaanku.
Aku kecewa, iya. tapi benci dan dengki tak pernah ada
Aku sakit, sungguh. Tapi rindu.... aku terlalu merindu.
Aku sepi, benar. Aku merasa kehilangan tapi aku lega, tak terjangkau

Cinta ... haha aku merasa tak sudi . Sudah tak cinta lagi
tapi selalu aku ingin,
kau.

Dan takut.

Mimpi...
Dan kita. Akan kita.

Kembali

Hhh... Let it go....

Minggu, 06 April 2014

begin again

Aku tak bisa berhenti sayang
Atas apa yang ku damba akan kita
Aku tak bisa lupa sayang
Semua teramat indah

Kembalilah...
Hanya kata kan iya saja tanpa harus berpikir
Kembalilah...
Hanya katakan iya dan kau tak harus memahami
Kembalilah...
Dan kau hanya perlu mengerti bahwa tanpamu, aku hilang selalu.

another sorry

Maaf kan aku atas segala ketamakanku.
Maaf kan aku atas segala keluh kesahmu.
Maaf ka aku atas segala amarah didadamu.
Maaf kan atas cinta yang kita pelihara dan terlepas lalu.
Maaf kan aku. Maaf kan atas rasa cintaku

Maaf atas segala ambisiku.
Maaf kan aku karena tak dapat berhenti berharapmu atau sekedar lalu.

Aku mencintaimu.

"selamat keempat kali bulannya, selamat hari jadi kita" 

akhirnya kita kembali pada tanggal, jam dan detik-detik hari persatuan kita.
Aku pilu jika sadar kau 'sedang' tak berada disisiku.

"ahhh, bagaimana kau disana sayang? . rindukah? masih cintakah? baik-baik saja kan? sudah bertemu dengan siapa saja kau? dan berkeinginankah kau untuk pulang lebih cepat ?"

begitu terasa rinduku sesadar ketika kita telah jauh, ketika malam-malam menghembuskan kenangan bersama ketika kau ada.
aku masih mencintaimu, walau tak kurasa setiap hari, tak kurasa setiap waktu, dan tak percaya sama sekali.


....

Aku berada dibelokan tercuram sepanjang perjalanan.
Aku tak dapat fokus. Aku lepaskan kendali. Aku berhenti
Ku fikir ini akhir perjalananku karena sedari jauh pandanganku jalan setelah belokan itu tak pernah ada, Atau hanya tak terlihat.

Murkamu membuatku merana.
Setamak itukah aku?
Aku tak tau arah. Hingga aku tersesat menuju jalan yang salah.
Kau tinggalkan aku dengan cinta penuh yang membara
Apakah aku terlalu tamak padamu?
Hingga dadamu disesaki penuh emosi dan benci?

Apakah kau lupakan saja janji yang mendarah daging dan membuat aku mati rasa pada segalanya?

Jika ada jalan yang membuat kita bertemu dan kembali. Nyawapun akan ku beri.