Minggu, 14 Oktober 2012

the time

waktu merangkai kisahya sendiri, sedikit berlebihan, sudah mulai pagi dan aku masih sigap menatap waktu.
huuh .. detak ini menyeruak kedalam telinga dan membuat hatiku turut berdetak, bersamaan
hening bercampur apit-apit bayangan malam . tak ada yang berkicau . selarut ini aku sendiri, aku sendiri yang hidup serta bayangan-bayangan kau 
begitu resahnya dadaku, kau diam menatapku . aku duduk menelungkup berharap tak jatuh air mata . haruskah aku jujur ?? 
aku akan membusuk dalam waktu ini jika kau terus menatapku dan berniat pergi

cinta sudah bukan lagi,
aku enggan tertidur malam ini, enggan terbangun pagi ini
tidak akan terdengar lagi aku mengoceh, dan kau bilang "sudah waktunya pergi"
benarkah ? "oh tuhan, kau bercanda" . aku gemetar kecanduan

sudah terang, aku menangis ketakutan . kau melepas peluh dan menghamburkan pelukan
aku tenang, hatiku tenang ...

tanpa kata, hatiku sungguh merana
tapi untuk terakhir kalinya aku yakin pada waktu, dan aku tau
pelukan itu lepas dan bermakna matanya "aku akan kembali, untukmu . percaya dan berdoalah"

ku genggam sebaik-baiknya